![]() | |||
| angkatan pertama Belajar Bersama Maestro 2015 |
foto: youtube
Pos
Berita, Jakarta
– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar kegiatan Belajar
Bersama Maestro atau BBM. Kegiatan yang ditujukan untuk anak SMA/SMK/MA
sederajat ini akan dilaksanakan pada 19 – 27 Juli 2016 dan pementasan hasil
belajar pada 29 Juli 2016 di Yogyakarta.
Seperti
dikutip dari laman kemdikbud.go.id, BBM 2016 kali ini diselenggaarakan di tujuh
provinsi, yaitu Provinsi Jambi, Provinsi Jakarta, Provinsi Yogyakarta, Provinsi
Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi
Kalimantan Selatan dengan melibatkan 10 maestro. 10 maestro yang terlibat dalam
BBM 2016 antara lain:
- Amaq Raya, maestro musik tradisional;
- Ni Ketut Arini, maestro tari Bali;
- Temu Misti, maestro tari Gandrung;
- Sirajul Huda, maestro tari dari Kalimantan Selatan;
- Tom Ibnur, maestro tari Melayu;
- Nano Riantiarno, maestro seni peran;
- Djaduk Ferianto, maestro seni musik;
- Putu Sutawijaya, maestro seni rupa;
- I Made Sidia, maestro seni peran; dan
- Sundari Sukotjo, maestro seni vokal.
Pendaftaran
Belajar Bersama Maestro 2016 sudah dibuka sampai dengan 23 Mei 2016 dan hasil
seleksi akan diumumkan pada 16 Juni 2016. Pendaftaran dapat dilakukan melalui
tautan berikut ini Daftar
Belajar
Bersama Maestro merupakan sebuah upaya pelestarian kebudayaan yang dilaksanakan
oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan para 'Maestro
Kebudayaan' yang bertujuan untuk menyiapkan pendidikan kebudayaan yang
memberikan pengetahuan budaya, keterampilan budaya, dan pembangunan karakter
kepada masyarakat terutama generasi muda Indonesia.
Kegiatan
yang diinisiasi sejak tahun 2015 ini diselenggarakan dalam bentuk magang di
tempat/sanggar para maestro para Maestro Kebudayaan. Waktu pelaksanaannya pun
dilakukan pada saat liburan sekolah sehingga diharapkan waktu liburan siswa
tersebut menjadi lebih bermanfaat, karena diisi program-program yang edukatif,
apalagi dimentori oleh para maestro seni di Indonesia.
"Target kami sebenarnya ada sekitar 100 siswa yang akan
terjaring untuk mengikuti program ini. Namun sebagian besar terkendala dalam
tidak melampirkan cv (curriculum vitae-red) mereka berupa hasil karya, dan
lainnya," ucap Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan seperti
dikutip pikiran-rakyat.com, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (25/6/2015).
Kedepan, program ini akan terus berkelanjutan dan digelar setiap
musim libur sekolah. (Soq)




