Sabtu, 30 April 2016





angkatan pertama Belajar Bersama Maestro 2015



 foto: youtube


Pos Berita, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar kegiatan Belajar Bersama Maestro atau BBM. Kegiatan yang ditujukan untuk anak SMA/SMK/MA sederajat ini akan dilaksanakan pada 19 – 27 Juli 2016 dan pementasan hasil belajar pada 29 Juli 2016 di Yogyakarta.
Seperti dikutip dari laman kemdikbud.go.id, BBM 2016 kali ini diselenggaarakan di tujuh provinsi, yaitu Provinsi Jambi, Provinsi Jakarta, Provinsi Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Kalimantan Selatan dengan melibatkan 10 maestro. 10 maestro yang terlibat dalam BBM 2016 antara lain:
  • Amaq Raya, maestro musik tradisional;
  • Ni Ketut Arini, maestro tari Bali;
  • Temu Misti, maestro tari Gandrung;
  • Sirajul Huda, maestro tari dari Kalimantan Selatan;
  • Tom Ibnur, maestro tari Melayu;
  • Nano Riantiarno, maestro seni peran;
  • Djaduk Ferianto, maestro seni musik;
  • Putu Sutawijaya, maestro seni rupa;
  • I Made Sidia, maestro seni peran; dan
  • Sundari Sukotjo, maestro seni vokal.
Pendaftaran Belajar Bersama Maestro 2016 sudah dibuka sampai dengan 23 Mei 2016 dan hasil seleksi akan diumumkan pada 16 Juni 2016. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut ini Daftar

Belajar Bersama Maestro merupakan sebuah upaya pelestarian kebudayaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan para 'Maestro Kebudayaan' yang bertujuan untuk menyiapkan pendidikan kebudayaan yang memberikan pengetahuan budaya, keterampilan budaya, dan pembangunan karakter kepada masyarakat terutama generasi muda Indonesia.


Kegiatan yang diinisiasi sejak tahun 2015 ini diselenggarakan dalam bentuk magang di tempat/sanggar para maestro para Maestro Kebudayaan. Waktu pelaksanaannya pun dilakukan pada saat liburan sekolah sehingga diharapkan waktu liburan siswa tersebut menjadi lebih bermanfaat, karena diisi program-program yang edukatif, apalagi dimentori oleh para maestro seni di Indonesia.

"Target kami sebenarnya ada sekitar 100 siswa yang akan terjaring untuk mengikuti program ini. Namun sebagian besar terkendala dalam tidak melampirkan cv (curriculum vitae-red) mereka berupa hasil karya, dan lainnya," ucap Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan seperti dikutip pikiran-rakyat.com, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Kedepan, program ini akan terus berkelanjutan dan digelar setiap musim libur sekolah. (Soq)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner