![]() |
| Seorang buruh korban PHK melakukan aksi teatrikal saat peringatan Hari Buruh sedunia (May Day) di Semarang. TEMPO/Budi Purwanto |
Pos
Berita, Jakarta
–Di Indonesia, peringatan Hari Buruh Internasional selalu diidentikkan dengan
kegiatan-kegiatan negatif seperti aksi unjuk rasa buruh, kerusuhan dan lain
sebagainya.
Pada dasarnya pekerja tidak dilarang
untuk melaksanakan aksi unjuk rasa pada May Day karena Indonesia merupakan
negara yang menganut asas demokrasi, asalkan tidak mengganggu kepentingan orang
banyak.
Namun, para pekerja/buruh di Indonesia
banyak yang salah tidak memahami asas demokrasi ini sehingga aksi unjuk rasa
yang dilakukan memperingati Hari Buruh Internasional cenderung menimbulkan
kerusuhan dan hal negatif lain.
Di
Bekasi, sejumlah buruh lebih memilih untuk melakukan hal-hal positif untuk
memperingati Hari Buruh. Mereka menggelar do’a dan dzikir bersama.
"Ada
sebagian yang akan memperingati may day di Jakarta, tetapi sebagian lainnya
memperingati di Bekasi dengan menggelar doa dan dzikir," ujar Kapores
Bekasi Kabupaten Kombes Awal Caherudin, seperti dikutip dari detikcom, Sabtu
(30/4/2016).
Kegiatan
doa dan dzikir itu akan digelar di Masjid Baitul Mustofa, kawasan MM 2100
dengan menghadirkan H Rhoma Irama. Diperkirakan massa yang akan menghadiri
kegiatan tersebut yakni 3 ribu orang.
"Kemudian kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan dengan pemberian door prize berupa motor, televisi dan kulkas serta peralatan rumah tangga lainnya," imbuhnya.
"Kemudian kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan dengan pemberian door prize berupa motor, televisi dan kulkas serta peralatan rumah tangga lainnya," imbuhnya.
Terkait
massa yang akan berangkat ke Jakarta, Polres Bekasi Kabupaten menyiapkan
kekuatan 1.738 personel gabungan (termasuk 6 SSK Brimob back up Polda Metro) untuk
mengamankan dan mengawal kegiatan tersebut.
Terpisah,
di Cirebon, untuk memperingati Hari Buruh Kepolisian Resor Cirebon menggelar
acara mancing bersama untuk buruh. Namun polisi tetap melakukan pengamanan di
sejumlah titik strategis.
"Ada
sekitar 300 buruh yang akan ikut memancing esok," kata Kepala Kepolisian
Resor Cirebon Kota, AKBP Eko Sulistyo Basuki, seperti dikutip dari tempo.co Sabtu
30 April 2016.
Memperingati
Hari Buruh, tidak harus selalu berdemo. Ada cara-cara kreatif dan positif
lainnya.
Salah
satu penyebab para pekerja lebih memilih untuk menghabiskan waktu libur pada 1
Mei dengan melakukan aksi unjuk rasa adalah minimnya pemahaman mengenai Hari
Buruh Internasional.
Padahal
Hari Buruh Internasional merupakan perayaan keberhasilan ekonomi dan sosial
dari kalangan pekerja oleh karena itu perayaan Hari Buruh Internasional
seharusnya tidak dilakukan dengan aksi-aksi demonstrasi yang disertai dengan
kerusuhan.
Di
beberapa negara dengan tingkat pendidikan pekerja yang tinggi, seperti Amerika,
Inggris dan Australia, kecenderungan memperingati May Day dengan aksi unjuk
rasa telah lama bergeser ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif. Para pekerja
di negara tersebut lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama dengan
keluarganya.
Minimnya
tingkat pemahaman pekerja di Indonesia mengenai Hari Buruh Internasional
semakin diperparah dengan waktu libur yang hanya satu hari saja dan tidak
disediakannya kegiatan-kegiatan positif bagi para pekerja.
"Karena yang terpenting itu bagaimana supaya kesejahteraan buruh meningkat," kata Oman, salah satu buruh pabrik di Cirebon. (Soq)
"Karena yang terpenting itu bagaimana supaya kesejahteraan buruh meningkat," kata Oman, salah satu buruh pabrik di Cirebon. (Soq)



