Pos, Berita JAKARTA -
Sejumlah 154 TKI yang di-PHK Bin Ladin Group tiba di Jakarta dalam
dua gelombang. Masing-masing TKI kemudian dikembalikan ke daerah asalnya
dengan dukungan bantuan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga
Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Gelombang kedua
yang berjumlah 34 TKI tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta dengan
pesawat Garuda dari Madinah, Arab Saudi, Senin 9 Maret 2016, sementara
gelombang pertama, 120 TKI, mendarat di Jakarta sehari sebelumnya. Mereka
kemudian didata sejumlah petugas BNP2TKI.
BNP2TKI menyediakan
tiket kepulangan masing-masing TKI ke daerah asal masing-masing, ujar
Ricky Ardiansyah Kasubdit Pemulangan Direktorat Pemberdayaan Deputi Bidang
Perlindungan BNP2TKI kemarin.
Tindakan BNP2TKI
itu sejalan dengan pernyataan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid yang menyatakan
pihaknya akan memfasilitasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di
Saudi-Bin-Laden Group, Arab Saudi yang dikenai PHK. Pemerintah akan
memastikan hak-hak para TKI itu, seperti gaji dan asuransinya, dipenuhi para
pihak terkait.
Saudi- Bin-Ladin
Group melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 8.000 TKI dari total 15 ribu tenaga asing yang bekerja di
group tersebut. Bin-Ladin Group mem-PHK setelah kerajaan Arab Saudi memutuskan menyusul kejadian jatuhnya crane di Masjidil Haram
Mekkah, pada 11 September 2015. Dalam kejadian itu korban tewas mencapai
107 orang, sedangkan yang luka-luka 238 orang jemaah haji. Dari jumlah tersebut
enam orang jemaah haji Indonesia meninggal dunia, dan 31 lainnya luka-luka.
Nahas itu terjadi
setelah angin berkecapatan 83 m per jam, disusul dengan hujan deras merubuhkan
pepohonan, rambu-rambu jalan dan crane atau katrol sampai ambruk. Meskipun
merupakan force majeur, pihak kerajaan tetap memutuskan kontrak kerja terhadap
Saudi-Bin-Ladin-Group dan puluhan kontraktornya. Pemutusan kontrak ini
mempengaruhi ribuan karyawan asing, termasuk diantaranya para TKI.
Direktur Utama PT
Amil Fajar International Co. Cholid Abdurrahman Bobsaid menyatakan, pihaknya
menempatkan 3.976 TKI untuk dipekerjakan pada proyek-proyek Bin-Ladin Group
sejak 2012. Yang masih bekerja sekitar .2900-an. Yang sudah habis kontrak
533 orang, telah kembali 300 TKI dan yang masih dalam proses 250
orang.
Sementara itu,
PPTKIS lainnya, PT Tifar Admanco, melalui manajernya John Rizal menambahkan, total
pengiriman sejak 2012 hingga sejumlah 12.120 . Dari jumlah itu dikabarkan 66
orang telah pulang. Total yang akan di- PHK masih menunggu pemberitahuan dari
manajemen Bin-Ladin.
Cholid Abdurrahman
Bobsaid menyatakan pihaknya akan terus mengkomunikasikan hak-hak para TKI
dengan sekitar 63 subkontraktor Saudi-Bin-Ladin Group. Menyusul keputusan
mem-PHK sejak Januari 2016, atau tiga bulan sesudah kerajaan Saudi Arabia
memverifikasi peristiwa nahas tersebut.
Menurut John Rizal
dan Cholid Abdurrahman Bobsaid, pendapatan TKI rata-rata per bulan mencapai
1.800-2.500 riyal, atau lebih dari Rp 7.000.000 setiap bulannya.(har)


