Selasa, 10 Mei 2016

Pos, Berita JAKARTA -  Sejumlah 154 TKI yang di-PHK Bin Ladin Group tiba di Jakarta dalam dua  gelombang. Masing-masing TKI kemudian dikembalikan ke daerah asalnya dengan dukungan bantuan Badan Nasional Penempatan  dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Gelombang kedua yang berjumlah 34 TKI tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta dengan pesawat Garuda dari Madinah, Arab Saudi, Senin 9 Maret 2016, sementara gelombang pertama, 120 TKI, mendarat di Jakarta sehari sebelumnya. Mereka kemudian didata  sejumlah petugas BNP2TKI.

BNP2TKI menyediakan tiket kepulangan masing-masing TKI ke daerah asal masing-masing,  ujar Ricky Ardiansyah Kasubdit Pemulangan Direktorat Pemberdayaan Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI  kemarin.

Tindakan BNP2TKI itu sejalan dengan pernyataan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid yang menyatakan pihaknya  akan memfasilitasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi-Bin-Laden Group, Arab Saudi  yang dikenai PHK. Pemerintah akan memastikan hak-hak para TKI itu, seperti gaji dan asuransinya, dipenuhi para pihak terkait.

Saudi- Bin-Ladin Group melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 8.000 TKI dari total 15 ribu tenaga asing yang bekerja di group tersebut. Bin-Ladin Group mem-PHK setelah kerajaan Arab Saudi memutuskan menyusul kejadian jatuhnya crane di Masjidil Haram Mekkah, pada 11 September 2015.  Dalam kejadian itu korban tewas mencapai 107 orang, sedangkan yang luka-luka 238 orang jemaah haji. Dari jumlah tersebut enam orang jemaah haji Indonesia meninggal dunia, dan 31 lainnya luka-luka.

Nahas itu terjadi setelah angin berkecapatan 83 m per jam, disusul dengan hujan deras merubuhkan pepohonan, rambu-rambu jalan dan crane atau katrol sampai ambruk. Meskipun merupakan force majeur, pihak kerajaan tetap memutuskan kontrak kerja terhadap Saudi-Bin-Ladin-Group dan puluhan kontraktornya. Pemutusan kontrak ini mempengaruhi ribuan karyawan asing, termasuk diantaranya para TKI.

Direktur Utama PT Amil Fajar International Co. Cholid Abdurrahman Bobsaid menyatakan, pihaknya menempatkan 3.976 TKI untuk dipekerjakan pada proyek-proyek Bin-Ladin Group sejak 2012. Yang masih bekerja  sekitar .2900-an. Yang sudah habis kontrak 533 orang, telah kembali 300 TKI dan yang masih dalam proses 250 orang.   
Sementara itu, PPTKIS lainnya, PT Tifar Admanco, melalui manajernya John Rizal menambahkan, total pengiriman sejak 2012 hingga sejumlah 12.120 . Dari jumlah itu dikabarkan 66 orang telah pulang. Total yang akan di- PHK masih menunggu pemberitahuan dari manajemen Bin-Ladin.

Cholid Abdurrahman Bobsaid menyatakan pihaknya akan terus mengkomunikasikan hak-hak para TKI dengan sekitar 63 subkontraktor Saudi-Bin-Ladin Group. Menyusul keputusan mem-PHK sejak Januari 2016, atau tiga bulan sesudah kerajaan Saudi Arabia memverifikasi peristiwa nahas tersebut.

Menurut John Rizal dan Cholid Abdurrahman Bobsaid, pendapatan TKI rata-rata per bulan mencapai 1.800-2.500 riyal, atau lebih dari Rp 7.000.000 setiap bulannya.(har)


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner