JAKARTA – Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak
Persatuan Wredatama Transmigrasi (PWT) untuk menjadi mitra transmigrasi. Hal
tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi saat
menghadiri Hut PWT ke-30 di Jakarta, Selasa (17/5).
Sanusi mengatakan, Kemendes PDTT
sebagai pewaris urusan transmigrasi meyakini bahwa pensiunan pegawai
transmigrasi memiliki kearifan dan pengalaman tinggi, yang akan sangat bermanfaat
bagi perjalanan program transmigrasi saat ini. Untuk itu, ia sangat membuka
lebar kepada PWT untuk memberikan masukan dan berbagi pengalaman terkait
transmigrasi.
“Tentunya pengalaman tersebut akan
dikumpulkan dan disesuaikan dengan konteks saat ini. Apabila ada beberapa hal
yang ingin disumbangkan, kami akan sangat terbuka,” ujarnya.
HUT PWT ke-30 dihadiri sejumlah tokoh
sepuh, seperti Mantan Menteri Transmigrasi dan
Permukiman Perambah Hutan Siswono Yudo Husodo, Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Erman Suparno, Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, serta sejumlah tokoh
lainnya.
Anwar Sanusi mengatakan, transmigrasi
adalah program penting yang harus tetap berjalan dan dikembangkan. Menurutnya,
transmigrasi adalah pelopor dari berbagai program lain seperti ketenagakerjaan,
pembangunan dan pengembangan desa serta pembangunan dan pengembangan daerah
tertinggal.
“Itulah mengapa di Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Transmigrasi diletakkan di
paling akhir. Karena desa dan daerah tertinggal mengikuti transmigrasi,”
ujarnya.
Di sisi lain, Joko Sigit Purnomo,
Ketua PWT mengatakan, selain untuk memfasilitasi keterikatan antar pensiunan
pegawai transmigrasi, tujuan berdirinya PWT juga untuk menjalin komunikasi
dengan petugas transmigrasi yang masih dalam kategori aktif. Harapannya,
komunikasi tersebut dapat mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan program
transmigrasi.
“Ada hal pokok yang wajib dimiliki
oleh PWT, Pertama, pensiunan harus rukun dan saling tolong menolong. Kedua,
harus menjalin hubungan dengan teman-teman yang masih aktif,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Desa PDTT, Marwan
Jafar mengatakan, pelaksanaan program transmigrasi saat ini difokuskan pada
wilayah perbatasan. Selain dapat mengangkat keterisolasian daerah terpencil,
hal tersebut juga bertujuan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
“Daerah perbatasan memiliki potensi
alam yang tinggi, tinggal bagaimana kita mengolah dan mengembangkannya. Maka,
transmigrasi di perbatasan tidak sepatutnya dianggap sebagai tantangan yang
sulit, karena ini sebenarnya adalah peluang besar,” ujarnya.
Menteri Marwan mengatakan, program
transmigrasi telah berhasil mengangkat keterisoliran daerah-daerah terpencil.
Program transmigrasi menurutnya, telah berhasil membentuk 104 Ibukota
Kabupaten pemekaran, dan membentu 3.003 desa baru.
“Bahkan transmigrasi juga telah
mendukung terbentuknya 2 ibukota provinsi baru, yakni Mamuju di Provinsi
Sulawesi Barat dan Bulungan (Tanjung Selor) di Provinsi Kalimantan Utara,”
ujarnya.



